English French German Spain Italian Dutch Japanese Korean Arabic Chinese Simplified facebookemail

Yakin, Ikhlas dan Istiqomah - Sepakat itu Hebat, Kontak Dukungan 081385386583

Kamis, 05 November 2009

BKD Tidak Konsisten Dalam Penerimaan CPNS

Bekasi, dobeldobel.com
Seringnya dijumpai di tengah masyarakat Kota Bekasi yang mengeluhkan sulitnya mendaftarkan diri menjadi Calon Pegawan Negeri Sipil, karena persyaratan yang selalu tidak tetap dan baku serta banyak praktek percaloan dalam penerimaan CPNS tersebut menjadi perhatian utama Komisi A DPRD Kota Bekasi. Apalagi seringnya beredar rumor bahwa masih saja adanya istilah "uang vitamin" untuk menjadi CPNS agar dipermudah dalam proses seleksi, maka Anggota Komisi A, Ariyanto Hendrata, anggota legislatif dari Fraksi PKS menegaskan tentang rencananya sebelum hari pembukaan pendaftaran tanggal 2 November 2009.
"Kami akan melakukan pemanggilan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan menanyakan segala teknis dan sistem yang sudah dan sedang dijalankan nanti, demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal seperti Anda, rekan wartawan tanyakan," ungkapnya di kantor dewan beberapa hari sebelum hari Senin pembukaan pendaftaran tersebut, dimana Komisi A akhirnya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi penerimaan CPNS di Aula KPUD Kota Bekasi jl. Ir. H. Djuanda, Bekasi Timur.

Pada pelaksanaan sidaknya pada proses penerimaan CPNS di Kota Bekasi, Komisi A ternyata menemukan banyak kejanggalan, seperti perbedaan dari persyaratan yang tertulis yang dibagikan kepada para peserta. Sekretaris Komisi A, Arianto Hendrata mengungkapkan kejanggalan tersebut diantaranya adalah tidak konsistennya BKD Kota Bekasi dalam merelaisasikan persyaratan bagi pelamar.

Lebih jauh lagi, Ariyanto mengatakan bahwa temuan tersebut adalah dibolehkannya tidak menuliskan isian formulir dengan hurup kapital. Pdahal dalam persayaratan tertulis pelamar harus menulis dengan menggunakan huruf kapital. "Selain itu, dibolehkannya menggunakan surat pengangkatan kerja, padahal jelas-jelas dalam persayaratan tersebut adalah hanya diperbolehkan melampirkan surat keterangan," ungkap politis muda ini.

Karena itu, Komisi A, kata Arianto melanjutkan, akan kembali memanggil BKD dengan menggunakan hak untuk bertanya. Pemanggilan tersebut terkait dengan tidak konsistensinya BKD dalam membuat persayaratan untuk CPNS. "Atas dasar apa dan siapa yang memutuskan kebijakan tersebut," tegasnya.

Secara terpisah, Aminuddin, Kabid Administrasi BKD Kota Bekasi mengatakan jumlah pendaftaran CPNS online sampai dengan hari ini (tanggal 6 November) mencapai 8000-an pendaftar. Tetapi yang sudah masuk melalui PO.BOX total 1418 untuk tenaga pendidikan 254 orang, tenaga kesehatan 326 orang, dan tenaga strategis 834 orang. Sementara hasil laporan yang masuk tentang percaloan CPNS ini sebanyak 15 orang dan semuanya guru. "Ke-15 guru tersebut mengeluhkan oknum BKD yang menelpon para guru tersebut agar mentransfer Rp. 5 juta biar lolos," ujar Iman.

Imanuddin menambahkan pendaftaran CPNS secara online akan ditutup besok (tanggal 7 November), sementara yang mendaftar secara manual baru akan ditutup pada tanggal 11 November mendatang.
SidikRizal (col - radar bekasi).

Tidak ada komentar:

BeritaTerkini

Google+ Followers

Bekasi Online News

Loading...